Sabtu, 09 Januari 2010

Masalah Rem, Prius Gen 3 Diselidiki

Detroit - Tahun 2009 sepertinya bukanlah tahun yang menggembirakan bagi kiprah Toyota di Amerika.

Sebab setelah besar-besaran menarik kembali 3.8 juta unit mobil mereka termasuk Prius dari pasaran akibat kesalahan pada karpet bagian dalam mobil, kini Toyota harus menghadapi kembali penyelidikan dari Badan Keselamatan Lalulintas Jalan Raya Nasional AS atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) setelah puluhan pengguna Prius generasi ketiga mengeluhkan mobil mereka.

Seperti detikOto kutip dari The Detroit Berue, Selasa (29/12/2009), NHSTA sedikitnya mendapat 33 keluhan terkait kinerja sistem pengereman Prius generasi ketiga yang sering hilang kendalai. Masalah ini diselidiki karena tidak hanya terkait dengan keselamatan pengguna kendaraan saja, namun juga keselamatan para pejalan kaki.

Bila nanti hasil investigasi Prius ini memutuskan telah terjadi kesalahan pada disain, konstruksi dan performa pengereman pada Prius Gen III tadi maka, NHSTA sudah dipastikan akan meminta Toyota untuk menarik kembali unitnya dan memperbaikinya kembali.

Sebab akibat kesalahan tersebut, sang pengendara dipaksa untuk menekan pedal rem lebih keras untuk memperoleh jarak pengereman yang dekat. Para pengendara mengeluhkan hal ini karena akibat hal tersebut para pengendara mendapatkan jarak berhenti yang lebih panjang dari perkiraan mereka. Ini tentu berbahaya.

Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara Toyota mengatakan bahwa mereka saat ini sedang menyelidiki masalah tersebut. Namun si juru bicara enggan menjelaskan langkah apa yang akan diambil Toyota bila ternyata keluhan tersebut adalah benar kesalahan Toyota.

"Kami sadar bahwa komplain diajukan ke NHTSA. Agen tidak melakukan penyelidikan. Kami saat ini sedang menyelidiki masalah tersebut berdasarkan internet traffic, komentar pelanggan di Toyota Customer Relations, dan keluhan yang ada di NHTSA. Terlalu dini untuk berspekulasi pada kesimpulan akhir dari penyelidikan kami dan tindakan-tindakan berikutnya," ungkapnya.

sumber detiknews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar